Selasa, 08 September 2015

Contoh Outline Manajemen SDM

JUDUL : PENGARUH KEPEMIMPINAN, DISIPLIN DAN MOTIVASI TERHADAP SEMANGAT KERJA GAJAHMADA SUPERMARKET DAN DEPARTEMEN STORE BALIKPAPAN.
1.      Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam organisasi maupun perusahaan. Agar aktivitas manajemen berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketrampilan tinggi serta usaha untuk mengelola perusahaan seoptimal mungkin sehingga kinerja karyawan meningkat.
Karyawan yang memiliki semangat dan gairah kerja yang tinggi maka pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan, kerusakan dapat dikurangi, absensi dapat diperkecil, keluhan dan peringatan dapat dihindari dan pemogokan dapat ditiadakan. Jadi semangat dan gairah kerja yang tinggi dikalangan karyawan akan menyebabkan kesenangan karyawan dalam melaksanakan tugas. Dalam hubungan dengan semangat kerja.
Nitisemito (1996) mengatakan bahwa semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga pekerjaan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Sedangkan Hasibuan (2005) mengatakan semangat kerja sebagai keinginan dan kesungguhan seorang mengerjakan pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal.
2.      Perumusan Masalah
1.      Apakah variable kepemimpinan, disiplin, dan motivasi mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada Gajahmada Supermarket dan Departemen Store Balikpapan?
2.      Apakah variabel kepemimpinan mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada Gajahmada Supermarket dan Departemen Store Balikpapan ?
3.      Apakah variabel disiplin mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada Gajahmada Supermarket dan Departemen Store Balikpapan?
4.      Apakah variabel motivasi mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawan pada Gajahmada Supermarket dan Departemen Store Balikpapan?
5.      Variabel manakah diantara variabel kepemimpinan, variabel disiplin, dan variabel motivasi yang mempunyai pengaruh dominan terhadap semangat kerja karyawan pada Gajahmada Supermarket dan Departemen Store Balikpapan?
4.      Landasan Teori
A.    Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan mempunyai peranan yang sangat penting dalam manajemen organisasi. Kepemimpinan dibutuhkan manusia karena adanya keterbatasan keterbatasan tertentu pada diri manusia. Dari sinilah timbul kebutuhan untuk memimpin dan dipimpin. Kepemimpinan didefinisikan kedalam ciri-ciri individual, kebiasan, cara mempengaruhi orang lain, interaksi, kedudukan dalam oragnisasi dan persepsi mengenai pengaruh yang sah.
Kepemimpinan adalah pola menyeluruh dari tindakan seorang pemimpin, baik yang tampak maupun yang tidak tampak oleh bawahannya. Kepemimpinan menggambarkan kombinasi yang konsisten dari falsafah, keterampilan, sifat dan sikap yang mendasari perilaku seseorang. Kepemimpinan yang menunjukkan secara langsung maupun tidak langsung tentang keyakinan seorang pimpinan terhadap kemampuan bawahannya (Veithzal, 2006:64).
B.     Pengertian Motivasi
Motivasi adalah karakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu (Nursalam, 2008).
Menurut Wibowo (2010:379) mengemukakan bahwa :“Motivasi merupakan dorongan terhadap serangkaian proses perilaku manusia pada pencapaian tujuan. Sedangkan elemen yang terkandung dalam motivasi meliputi unsur membangkitkan, mengarahkan, menjaga, menunjukkan intesitas, bersifat terus menerus dan adanya tujuan.
C.    Pengertian Disiplin
Secara etimologis disiplin berasal dari bahasa inggris “ disciple” yang berarti pengikut atau penganut pengajaran. Latihan dan sebagainya. Dispilin merupakan suatu keadaan tertentu dimana orang-orang yang tergabung dalam organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang ada dengan rasa senang hati. Sedangkan kerja adalah segala aktivitas manusia yang dilakukan untuk menggapai tujuan yang telah ditetapkannya.
Menurut Simamora (1997) disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.
D.    Semangat kerja
Semangat kerja berasal dari kata morale yang artinya motil atau semangat juang (E chols & Shadily, 1997). Chaplin (2006) berpendapat morale (moril) adalah sikap atau semangat yang ditandai secara khas oleh adanya kepercayaan diri, motivasi yang kuat untuk meneruskan sesuatu usaha, kegembiraan dan organisasi yang baik. Sastrohadiwiryo (2003) mengatakan semangat kerja merupakan sebagai suatu kondisi mental, atau perilaku individu tenaga kerja dan kelompok – kelompok yang menimbulkan kesenangan yang mendalam pada diri tenaga kerja untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai tujuan yang ditetapkan perusahaan. Davis (2000) menyatakan bahwa semangata kerja adalah keadaan perasaan maupun perilakuyang memungkinkan seseorang menghasilkan kerja lebih baik. Semangat kerja merupakan suasana kerja yang positif yang terdapat dalam suatu organisasi dan teruangkap dalam sikap individu maupun kelompok yang mendukung seluruh apel kerja termasuk didalamnya lingkungan, kerjasama dengan orang lain yang secara optimal sesuai dengan kepentingan dan tujuan perusahaan.


5.      Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan dugaan sementara atas suatu hubungan, sebab akibat dari kinerja variabel yang perlu dibuktikan kebenarannya (Abdul Hamid, 2010:16). Berdasarkan kerangka penelitian tersebut, maka hipotesis sebagai berikut:
1.      Bahwa variable kepemimpinan, disiplin, dan motivasi mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawan.
2.      Bahwa variabel kepemimpinan mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawan.
3.      Bahwa variabel disiplin mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawan.
4.      Bahwa variabel motivasi mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawan.
5.      Bahwa variabel motivasi mempunyai pengaruh yang dominan terhadap semangat kerja karyawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar