JUDUL : PENGARUH KEPEMIMPINAN, DISIPLIN DAN MOTIVASI TERHADAP
SEMANGAT KERJA GAJAHMADA SUPERMARKET DAN DEPARTEMEN STORE BALIKPAPAN.
1.
Latar
Belakang Masalah
Sumber
daya manusia merupakan tokoh sentral dalam organisasi maupun perusahaan. Agar aktivitas
manajemen berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang
berpengetahuan dan berketrampilan tinggi serta usaha untuk mengelola perusahaan
seoptimal mungkin sehingga kinerja karyawan meningkat.
Karyawan yang memiliki semangat dan gairah kerja yang
tinggi maka pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan, kerusakan dapat dikurangi,
absensi dapat diperkecil, keluhan dan peringatan dapat dihindari dan pemogokan
dapat ditiadakan. Jadi semangat dan gairah kerja yang tinggi dikalangan
karyawan akan menyebabkan kesenangan karyawan dalam melaksanakan tugas. Dalam
hubungan dengan semangat kerja.
Nitisemito (1996) mengatakan bahwa semangat kerja
adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga pekerjaan dapat
diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Sedangkan Hasibuan (2005) mengatakan
semangat kerja sebagai keinginan dan kesungguhan seorang mengerjakan
pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang
maksimal.
2.
Perumusan
Masalah
1.
Apakah variable
kepemimpinan, disiplin, dan motivasi mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja
karyawan pada Gajahmada Supermarket dan Departemen Store Balikpapan?
2.
Apakah variabel kepemimpinan
mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawan
pada
Gajahmada Supermarket dan Departemen Store Balikpapan
?
3.
Apakah variabel disiplin mempunyai pengaruh
terhadap semangat kerja karyawan
pada Gajahmada Supermarket dan Departemen Store Balikpapan?
4.
Apakah variabel motivasi mempunyai pengaruh
terhadap semangat
kerja karyawan pada Gajahmada Supermarket dan Departemen Store Balikpapan?
5.
Variabel manakah diantara
variabel kepemimpinan, variabel disiplin,
dan variabel motivasi
yang mempunyai pengaruh dominan terhadap semangat kerja karyawan pada Gajahmada Supermarket dan Departemen Store Balikpapan?
4.
Landasan
Teori
A.
Pengertian
Kepemimpinan
Kepemimpinan
mempunyai peranan yang sangat penting dalam manajemen organisasi. Kepemimpinan
dibutuhkan manusia karena adanya keterbatasan keterbatasan tertentu pada diri
manusia. Dari sinilah timbul kebutuhan untuk memimpin dan dipimpin.
Kepemimpinan didefinisikan kedalam ciri-ciri individual, kebiasan, cara
mempengaruhi orang lain, interaksi, kedudukan dalam oragnisasi dan persepsi
mengenai pengaruh yang sah.
Kepemimpinan
adalah pola menyeluruh dari tindakan seorang pemimpin, baik yang tampak maupun
yang tidak tampak oleh bawahannya. Kepemimpinan menggambarkan kombinasi yang
konsisten dari falsafah, keterampilan, sifat dan sikap yang mendasari perilaku
seseorang. Kepemimpinan yang menunjukkan secara langsung maupun tidak langsung
tentang keyakinan seorang pimpinan terhadap kemampuan bawahannya (Veithzal,
2006:64).
B.
Pengertian
Motivasi
Motivasi
adalah karakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat
komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor-faktor yang menyebabkan,
menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu
(Nursalam, 2008).
Menurut
Wibowo (2010:379) mengemukakan bahwa :“Motivasi merupakan dorongan
terhadap serangkaian proses perilaku
manusia pada pencapaian tujuan. Sedangkan elemen yang terkandung dalam motivasi
meliputi unsur membangkitkan, mengarahkan, menjaga, menunjukkan intesitas,
bersifat terus menerus dan adanya tujuan.
C.
Pengertian Disiplin
Secara etimologis
disiplin berasal dari bahasa inggris “ disciple” yang berarti pengikut atau penganut
pengajaran. Latihan dan sebagainya. Dispilin merupakan suatu keadaan tertentu
dimana orang-orang yang tergabung dalam organisasi tunduk pada
peraturan-peraturan yang ada dengan rasa senang hati. Sedangkan kerja adalah
segala aktivitas manusia yang dilakukan untuk menggapai tujuan yang telah
ditetapkannya.
Menurut
Simamora (1997) disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan
karena melanggar peraturan atau prosedur.
D.
Semangat
kerja
Semangat kerja berasal dari kata morale yang artinya
motil atau semangat juang (E chols & Shadily, 1997). Chaplin (2006)
berpendapat morale (moril) adalah sikap atau semangat yang ditandai secara khas
oleh adanya kepercayaan diri, motivasi yang kuat untuk meneruskan sesuatu
usaha, kegembiraan dan organisasi yang baik. Sastrohadiwiryo (2003) mengatakan
semangat kerja merupakan sebagai suatu kondisi mental, atau perilaku individu
tenaga kerja dan kelompok – kelompok yang menimbulkan kesenangan yang mendalam
pada diri tenaga kerja untuk bekerja dengan giat dan konsekuen dalam mencapai
tujuan yang ditetapkan perusahaan. Davis (2000) menyatakan bahwa semangata
kerja adalah keadaan perasaan maupun perilakuyang memungkinkan seseorang
menghasilkan kerja lebih baik. Semangat kerja merupakan suasana kerja yang
positif yang terdapat dalam suatu organisasi dan teruangkap dalam sikap
individu maupun kelompok yang mendukung seluruh apel kerja termasuk didalamnya
lingkungan, kerjasama dengan orang lain yang secara optimal sesuai dengan
kepentingan dan tujuan perusahaan.
5.
Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan dugaan
sementara atas suatu hubungan, sebab akibat dari kinerja variabel yang perlu
dibuktikan kebenarannya (Abdul Hamid, 2010:16). Berdasarkan kerangka penelitian
tersebut, maka hipotesis sebagai berikut:
1.
Bahwa
variable kepemimpinan, disiplin, dan motivasi mempunyai pengaruh terhadap
semangat kerja karyawan.
2.
Bahwa variabel kepemimpinan
mempunyai pengaruh terhadap semangat
kerja karyawan.
3.
Bahwa variabel disiplin mempunyai
pengaruh terhadap semangat kerja
karyawan.
4.
Bahwa variabel motivasi mempunyai
pengaruh terhadap semangat kerja
karyawan.
5.
Bahwa
variabel motivasi mempunyai pengaruh yang dominan terhadap semangat kerja
karyawan.